Home » fisika » Kerja

Kerja

Kerja saja tidak cukup, karena siapapun pasti bekerja, bahkan seorang pengangguranpun pasti melakukan sebuah pekerjaan apapun itu (walaupun jauh dari produktif).

Kerja tentunya haruslah didahului dengan ilmu (wawasan, perencanaan, strategi, metode dll). Ilmu tanpa Amal akan sia-sia, sedangkan Amal tanpa Ilmu bisa menghasilkan kekeliruan, bahkan kerusakan.

Kerja tentunya didahului dengan niat ikhlash, sebagai bagian dari ibadah atau untuk memberi kemaslahatan. Kaidah fiqh Al umuuru bi maqaashidihaa. Segala urusan bergantung pada niatnya.

Kerja harus berorientasi pada produktivitas (dalam segala bentuknya), agar jangan sampai banyak bekerja dan keluar keringat tetapi ternyata jalan di tempat. Ada korelasi antara energi yang dikeluarkan untuk kerja dengan karya yang dihasilkan.

Kerja juga harus memberi kemashlahatan. Bandar judi juga bekerja, tetapi justru menghasilkan kerusakan. Kemaslahatan yang diinginkan haruslah kemaslahatan bagi kepentingan umum dan jangka panjang.

Dalam fisika, kerja / usaha (work) secara sederhana adalah gaya dikalikan jarak. Usaha juga sama dengan perubahan tenaga kinetik / gerak. Jadi agar kerja kita bernilai positif, harus ada kesesuaian antara gaya (pendorong kita utk bergerak) dengan jarak (orientasi yang akan kita tuju). Jangan sampai kita akan ke selatan, tetapi gayanya ke utara. Juga bukti bahwa kerja kita positif, tenaga gerak kita semakin besar, artinya gerak kita semakin cepat dan momentum kita semakin besar…

Semoga bermanfaat.